Kalo disuru milih diantara smua fotoku di dunia ini, maka pilihanku jatuh di foto ini,, aku suka sekali,, melihat ekpresi polos ibuku, bangga ayahku, malu tetangga dan sodara2ku, damainya mereka ya.. foto ini berbicara banyak.. tentang sejarah…
bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya
disini aku mulai tahu yang namanya keluarga.. ada ayah,, ibu dan keenam kakakku. .
sayang sekali,, aku hanya dikasi kesempatan kenal ayahku delapan bulan saja.. (tentu saja aku ga inget seperti apa ayahku kecuali dari foto2nya)
tapi jujur,, satu2nya orang di muka bumi ini yang aku pengen kenal lebih dalam adalah ayahku.. dari cerita yang kudapat, ayahku terserang stroke di usaianya yang baru menginjak 50 tahun,, meninggalkan seorang istri dengan 7 anaknya, termasuk aku,, -the bontot one-
tulisan ini bukan untuk mellow mellow.. hanya ingin berbagi cerita ajah hehehe,, kenapa tiba2 memori ini muncul? kemarin aku dibimbing untuk menciptakan circle of excelence dan yang muncul adalah masa kecilku di Temanggung.,, kampung halamanku, komplit dengan sejarah keluargaku..dengan ibuku,, dan kakak2ku,,
sang penunggang kuda
itu ayahku,, kalo dulu waktu kecil sering nonton “Little house on the praire”,, ya itu lah gambaran keluarga ku dulu (tp itu sebelum aku lahir tentunya),, keluarga kami tinggal di desa dengan rumah kecil dan ladang disekitarnya,, ada beberapa ekor kuda, sapi, burung kasuari, burung merak dan tentu saja angsa dan ayam..
ayahku adalah penunggang kuda, sering ia mengikuti perlombaan dengan kuda kesayangannya yang diberinya nama “kapten Lolo”.. sering menang lho..pialanya banyak banget!! ayahku juga punya joki kepercayaan namanya Mas Bianto-biasa dipanggil Mas To- yang sampe saat ini masih eksis di dunia kuda, dan lebih dikenal dengan nama Pak Tatang (nama ayahku) daripada namanya sendiri.

naluri penunggang dan pecinta kuda itu tanpa sadar menurun ke anaknya ,, ya aku,, aku suka kuda,, walaupun tidak fanatik,, pernah suatu hari aku mengantar ibuku ke tukang urut ternama di Kandangan Temanggung, dan ia memiliki kuda australi yang diikat di depan rumahnya,, reflek aku elus2 kepala kuda itu, aku tepuk2 badannya,, tidak ada orang di sekelilingku waktu itu,, tiba-tiba ada bapak2 tua yang menghampiriku,, “nduk,, jaran kui kok manut karo sampeyan,, iku biasane nendang uwong sing ora dikenal lho, jaran iku galak, opo sampean yo nduwe jaran?” (nak,, kok kuda itu tunduk sama kamu, itu biasanya nendang org yang tak dikenal,, kuda itu galak, apa kamu juga punya kuda?-red)
darah ayahku darahku juga,, daging ayahku dagingku juga.. kadang aku liat garis wajah ayahku yang ada di wajahku,, wajah kakak2ku,,,wajah keponakan2ku,, semuanya memiliki garis wajah yang sama.. garis wajah ayahku
ayahku,, seorang petualang sejati,, selain kuda, ia suka sekali offroad dengan landrovernya (itu juga yang sekarang jadi hobby anakcucunyanya,,tentu saja ibuku juga turut serta..dia adalah seorang landy sejati! )
ibuku?? tentu saja dia adalah wanita terhebat dalam hidupku,, selalu semangat, survive, jatuh dan bangun lagi untuk membesarkan ketujuh anaknya sampe saat ini,, sebagai embah yang selalu dikangeni anak cucunya.. yang selalu menyemangati anaknya,, dan tentunya selalu update status facebooknya (haha ibuku memang gaul)

Yah,,, E,,, ini tulisan khusus untuk kalian,, matur nuwun sanget.. i lop u full
sampai sekarang aku slalu inget doa2mu… slalu..dan aku wujudkan doa kalian.. walopun tertatih-tatih,, bimbing aku yaa..
wow nice story…, cerita yg akan selalu abadi di hati Sang Penulisnya..
dua jempol buat rini
terimaa kasiiiih,,,

jadi pengen pulang kampoong..
Wah mbak rini… jadi terharu nih…