cara mengetahui jenis kelamin janin anda

Sejak mengetahui bahwa anda hamil, anda mungkin sudah penasaran ingin tahu lebih banyak mengenai bayi yang masih ada dalam kandungan anda. semakin besar usia kehamilan, semakin besear pula rasa ingin tahu anda dengan keadaan anak anda.Anda mungkin bertanya-tanya dalam hati, bagaimana keadaan anak anda di dalam sana,apakah sehat? apakah ada kelainan? Bagaimana posisinya dalam kandungan, apa jenis kelaminnya, dan sebagainya.Tetapi yang paling sering menjadi pertanyaan adalah apa jenis kelamin bayi anda, laki-lai ataukah perempuan? Dengan
ilmu pengetahuan modern sekarang ini mengetahui jenis kelamin bayi ayng masih berada di dalam kandungan adalah perkara mudah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk itu, yaitu:
1. Penggunaan alat USG
USG atau Ultrasnografi digunakan secara luas dalam kehamilan. Selain sangat bermanfaat untuk memonitor perkembangan janin dalam kandungan, ia juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan jenis kelaminnya, walaupun memang tidak seratus persen akurat.walaupun demikian alat ini yang paling populer digunakan dalam kehamilan, karena fungsi utama adalah untuk membantu dokter dalam mendeteksi berbagai kelainan dan masalah umum janin dalam
kandungan, seperti posisi bayi, posisi ari-ari,keadaan plasenta, dan sebagainya. Sementara mengetahui jenis kelamin adalah manfaat tambahan dari alat ini.

2. Pengambilan cairan ketuban
Cairan ketuban sering diambil untuk melakukan berbagai deteksi terhadap adanya kemungkinan kelainan pada janin di dalam kandungan. Ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan mencapai 15 hingga 18 minggu. Caranya adalah dengan memasukan jarum ke dalam kantong ketuban dengan dibimbing oleh alat yang disebut ultrasound agar jarum tidak menyentuh janin/fetus. Kemudian setelah air ketuban bisa terambil langsung dibawa ke laboratorium untuk dikembangbiakkan sel-selnya selama 1 sampai 3 hari. Selanjutnya akan dilakukan test AFP (Alpha fetoprotein) terhadap sel-sel tersebut, untuk mengetahui adanya kelainan. Tes ini berguna untuk mengetahui jenis kelamin bayi secara akurat.

3. CVS (Chorionic Villus sampling)
Metode ini sangat mirip dengan metode cairan ketuban. Sama-sama bersifat invasive (masuk kedalam tubuh), bedanya hanya pada apa yang diambilnya. Pada metode CVS sampel yang diambil adalah sel yang terdapat plasenta yang menempel pada dinding rahim. setelah itu sel-sel ini akan dibawa ke Laboratorium untuk dikembangkan dan dites dengan AFP, sehingga jenis kelamin juga dapat diketahui melalui cara ini. Hanya saja metode ini berisiko besar sehingga tidak direkomendasikan.

4. Sampel darah bayi
Semakin bayi berkembang, semakin mungkin untuk mengambil sampel darahnya. Pada akhir trisemester kedua ketika bayi hampir terbentuk sempurna, merupakan saat yang tepat untuk mengmbil sampel darahnya. Ini dapat dikatakan sebagai metode yang paling akurat dibandingkan dengan metode lainnya.
Harus anda ingat bahwa mengetahui jenis kelamin bayi bukanlah hal yang ahrus dilakukan. Dan yang paling penting adalah jangan sampai setelah mengetahui jenis kelaminnya anda menjadi kecewa dan menjadi tidak antusias terhadapnya, lalu mengurangi perhatian terhadap kehamilanyang sedang berlangsung, apalagi sampai menggugurkannya. Jangan sampai anda terjebak pada mitos-mitos yang mengaggungkan bayi laki-laki dari perempuan atau sebaliknya. apapun jenis kelaminnya terimalah tiu sebagai anugrah, dan tetaplah menjaga dan memberi perhatian padanya sebaik mungkin.

diciduk dari:
http://duniabunda.com _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 28 January, 2010, 15:48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s